Mitos atau Fakta Tentang Dongkrak Tenaga Motor Harian Pakai Knalpot Racing?

Pernah kamu perhatikan, akhir-akhir ini di jalan raya sering terlihat motor standar menggunakan knalpot racing. Tidak diketahui maksud dan tujuan pemilik motor yang beralih dari knalpot bawaan pabrikan ke knalpot racing, mungkin saja untuk bergaya atau lainnya. Jelas hanya terdengar suaranya yang berisik saja. Ya, salah satu cara bagi para pemotor untuk meningkatkan performa tunggangan adalah mengganti knalpot motor standar dengan knalpot aftermarket atau biasa dikenal dengan knalpot racing. Benarkah bisa dongkrak tenaga motor harian pakai knalpot racing atau hanya mitos? Simak artikel ini.

  • Lebih banyak efek negatifnya

Dikutip dari lamannya, menurut Konsultan Mesin Motor PT Bintang Niaga Jaya, Andriyanto, mengatakan bahwa sebenarnya penggunaan knalpot racing pada motor standar tidak disarankan. Ada berbagai efek buruk yang ditimbulkan jika menggunakan knalpot racing. Penggunaan knalpot racing pada motor standar sebenarnya tidak direkomendasikan, karena efek positifnya tidak banyak. Malah lebih banyak efek negatif terutama masalah suara berisik yang bikin kesal tetangga.

  • Apalagi mesin motornya masih standar, makin banyak efek buruknya untuk motor

Andriyanto menambahkan bahwa efek itu akan semakin buruk dan banyak apabila penggunaan knalpot racing tetap dipaksakan pada motor dengan mesin standar. Sebab, penggunaan knalpot free flow membutuhkan campuran bensin yang lebih banyak agar tenaga mesin lebih baik sedangkan pada motor yang masih standar aliran bahan bakar sudah diatur sedemikian rupa untuk knalpot standar. Alhasil biasanya dengan knalpot racing mesin bisa jadi lebih cepat panas, karena pembakaran kering.

  •  Jika dipaksakan, malah merusak mesin

Kalau ini dibiarkan tentu akan mempercepat keausan pada komponen mesin. Hasilnya, mesin bisa saja ‘ngelitik’ karena pada suhu panas karena terjadi pemuaian. Sehingga celah klep akan menjadi lebih longgar dan mesin akan lebih ‘ngelitik’. Oleh sebab itu jika kamu ingin menggunakan knalpot racing, setidaknya kamu harus melakukan beberapa modifikasi pada mesin, misalkan dilakukan porting polish. Celah klep diubah setelannya dan spuyer diperbesar.

  • Knalpot racing bikin makin boros

Dengan begitu tenaga yang dihasilkan motor juga akan lebih baik, dan tentunya yang harus direlakan adalah pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros. Sebagus apapun knalpotnya tetap ada efek samping kalau mesin dan saluran bahan bakar masih standar, jadi kalau ingin performa lebih baik sebaiknya modif sedikit mesinnya supaya enggak mubadzir beli knalpotnya.

  • Jadi incaran Polisi

Knalpot racing mengeluarkan suara yang bising dan mengganggu ketenangan banyak orang. Ole karena itu banyak yang mempersoalkan mengenai keberadaan dan legalitas motor yang bising itu. Mungkin banyak yang belum tahu kalau tingkat kebisingan kendaraan bermotor sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup no. 7 tahun 2009.Dalam lampiran II peraturan tersebut terdapat tabel yang menunjukkan bahwa sepeda motor dengan mesin bervolume hingga 80cc memiliki ambang batas kebisingan 77dB. Motor dengan mesin 80cc-175 cc ambang batas kebisingannya 80dB, sementara di atas 175cc adalah 83dB.

Menilik peraturan tersebut maka mestinya motor yang menggunakan knalpot racing namun tidak bising boleh berkeliaran di jalanan dan tidak perlu takut untuk ditilang polisi. Dan sudah lama tersedia alat untuk meredam kebisingan knalpot racing yang disebut DB Killer. Namun, jika motor tersebut kedapatan menggunakan knalpot yang bukan bawaan dari pabriknya dan berisik, maka kemungkinan besar akan ditilang. Jadi, masih mau buat ganti knalpot?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *